SPK Pemilihan Bahan Pembuatan Baju Menggunakan Metode Moora (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis)

Authors

  • Irul Irul Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstract

Banyak jenis- jenis kain yang dapat dijadikan baju. Tetapi, tidak seluruh orang menguasai tentang jenis- jenis kain. Pada saat sudah dijadikan baju ataupun pakaian, tidak cocok dengan kriteria- kriteria yang di idamkan oleh konsumen serta banyak pakaian yang telah jadi dikembalikan lagi karena warnanya jadi kumal ataupun luntur, serta tidak cocok dengan model yang diinginkan. Pemilihan kain menjadi masalah utama dalam pembuatan baju, hal ini dapat terjadi karena banyaknya bahan yang dimiliki dan model pakaian yang akan dibuat. Oleh sebab itu penjahit mahyar kecamatan 5 puluh guna menghasilkan hasil yang lebih bagus dengan kriteria yang di idamkan bertujuan akan membangun serta merancang sistem pendukung keputusan pemilihan bahan pembuatan pakaian. Dalam proses pemilihan bahan pembuatan baju, digunakan 25 alternatif bahan kain dengan 5 berbagai kriteria ialah: C1=Harga (15%), C2=Kualitas Bahan (25%), C3=Sesuai Keinginan Pelanggan (30%), C4=Ongkos Pembuatan (15%) dan C5=Warna Kain (15%). metode yang diterapkan adalah Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA). Pada hasil penelitian ini kain Katun Rami memperoleh rangking pertama dengan nilai 0,271. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jika ingin membuat sebuah baju pilihlah bahan yang berbahan dasar Katun Rami agar baju yang dihasilkan sesuai dengan ekspetasi diri kita sendiri.

Downloads

Published

2022-09-08