Systematic Literature Review: Kesenjangan Implementasi Kurikulum Koding Dan AI Antara Perkotaan Dan Daerah
DOI:
https://doi.org/10.62712/juktisi.v5i1.1149Keywords:
Daerah 3T, Kesenjangan Digital, Kurikulum Koding dan AI, Kesiapan Guru, Literasi DigitalAbstract
Perkembangan kebijakan Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 membawa tantangan baru bagi sistem pendidikan Indonesia, khususnya terkait kesenjangan implementasi antara wilayah perkotaan dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan implementasi KKA pada tiga dimensi utama: ketersediaan infrastruktur teknologi, kesiapan dan kompetensi guru, serta literasi digital peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA melalui pencarian literatur pada tiga pangkalan data utama, yaitu Google Scholar, SINTA, dan Scopus, dengan rentang publikasi tahun 2021 - 2026. Hasil kajian menunjukkan kesenjangan yang signifikan pada ketiga dimensi tersebut. Dari sisi infrastruktur, sekolah perkotaan rata-rata memiliki 30 - 150 unit komputer dengan koneksi internet stabil, sementara sekolah di daerah 3T hanya memiliki 14 - 50 unit dengan akses internet dan listrik yang belum memadai. Dari sisi kesiapan guru, sebanyak 70% guru di daerah tertinggal belum pernah mengikuti pelatihan coding dan AI. Sementara itu, literasi digital peserta didik di daerah 3T juga masih terbatas akibat minimnya paparan teknologi sejak dini. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan KKA berisiko memperlebar kesenjangan digital jika tidak disertai intervensi afirmatif yang bersifat kontekstual, bertahap, dan menyeluruh pada aspek infrastruktur, pengembangan kompetensi guru, serta peningkatan literasi digital peserta didik di seluruh wilayah Indonesia.
Kata Kunci: Daerah 3T, Kesenjangan Digital, Kurikulum Koding dan AI, Kesiapan Guru, Literasi Digital
Downloads
References
A. Agustina and Y. Suharya, “Penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence, ai) dalam bidang pendidikan menuju generasi indonesia emas 2045,” Pros. Temu Ilm. Nas. Guru, vol. 16, pp. 129–138, 2024.
F. Farhatin, “Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” Maliki Interdiscip. J., vol. 3, no. 6, pp. 1494–1502, 2025.
I. K. Mutia, Y. N. Wosal, and N. N. Monigir, “Kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di bidang IPTEK,” J. Basicedu, vol. 7, no. 6, pp. 3571–3579, 2023.
G. Ekoran, D. Aspariga, and Z. Zaidir, “Analisis Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional di Sekolah Menengah,” SEMNASFIP, vol. 2, no. 2, pp. 1566–1573, 2025.
R. Ananda, A. Sulistiya, A. Zulhafmi, N. A. Hamda, and R. Abdullah, “Masalah Kesenjangan (Gap) Pendidikan Sekolah Dasar Antara Sekolah Diperkotaan Dan Daerah-Daerah 3T,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 10, no. 02, pp. 239–251, 2025.
A. Awaluddin and M. S. Hadi, “Integrasi pembelajaran coding dan kecerdasan buatan di sekolah dasar: Tantangan dan peluang,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 10, no. 01, pp. 1081–1086, 2025.
S. Suharyo, S. Subyantoro, and R. Pristiwati, “Kecerdasan buatan dalam konteks kurikulum merdeka pada jenjang pendidikan dasar dan menengah: Membangun keterampilan menuju Indonesia emas 2045,” Humanika, vol. 30, no. 2, pp. 208–217, 2024.
M. J. Page et al., “The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews,” bmj, vol. 372, 2021.
R. Rustiyana, “Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Pembelajaran Koding di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung Barat: Analisis Efektivitas dan Tantangan Strategis,” Kinanti J. Karya Insa. Pendidik. Terpilih, vol. 3, no. 2, pp. 481–489, 2025.
E. O. Hanggu and L. Deliman, “AI education infrastructure development strategy: readiness of senior or vocational high schools in West Manggarai Regency,” Curricula J. Curric. Dev., vol. 5, no. 1, pp. 85–100, 2026.
N. Alamsyah, S. Wahyuni, and H. Suharyati, “ANALISIS KEBIJAKAN INTEGRASI CODING DAN ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MELALUI KERANGKA 5M+ I DAN OBE,” Res. Dev. J. Educ., vol. 12, no. 01, pp. 170–182, 2026.
H. S. Nasyor, N. M. R. Afdinillah, H. S. Zainiyati, and H. Asrohah, “Tantangan Implementasi Coding dan Artificial Intelligence dalam Kurikulum Nasional: Perspektif Keadilan dan Kesiapan Pembelajaran,” Dirasah J. Stud. Ilmu dan Manaj. Pendidik. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 451–460, 2026.
D. A. P. Dewi, T. Syamsinar, W. R. Sagita, and F. Jeni, “Tantangan profesionalisme guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar): Kajian literatur terhadap ketimpangan pendidikan,” J. Ilm. Penelit. Mhs., vol. 3, no. 4, pp. 83–95, 2025.
M. T. Hidayatullah, M. Asbari, M. I. Ibrahim, and A. H. H. Faidz, “Urgensi aplikasi teknologi dalam pendidikan di indonesia,” J. Inf. Syst. Manag., vol. 2, no. 6, pp. 70–73, 2023.
D. R. Ginting, “Literasi Digital Berbasis Artificial Intelligence untuk Penguatan Pembelajaran Kontekstual Jenjang Sekolah Dasar,” EDU Soc. J. PENDIDIKAN, ILMU Sos. DAN Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 5, no. 1, pp. 1476–1490, 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi Yanti, Salwa Khairunnisa, Aurylia Taffana, Nasywa Putri Ramadhina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















