Deteksi Dini Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Data Rekam Medis Pasien RSUD Pintu Padang Kabupaten Tapsel Menggunakan Algoritma Random Forest
DOI:
https://doi.org/10.62712/juktisi.v5i2.1359Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Deteksi Dini, Machine Learning, Random Forest, Rekam Medis, SMOTE, StreamlitAbstract
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang kasusnya terus bertambah dari tahun ke tahun, termasuk di wilayah Tapanuli Selatan. Persoalan yang muncul di lapangan adalah banyaknya pasien yang baru mengetahui kondisinya setelah penyakit berkembang cukup jauh, sebagian karena sistem skrining yang ada masih bersifat konvensional dan bergantung sepenuhnya pada evaluasi klinis manual. Penelitian ini berupaya menjawab persoalan tersebut dengan membangun model deteksi dini berbasis machine learning menggunakan data rekam medis pasien RSUD Pintu Padang. Algoritma yang digunakan adalah random forest, sebuah pendekatan ensemble learning yang menggabungkan banyak pohon keputusan (decision tree) untuk menghasilkan prediksi yang lebih stabil dan akurat.. Hasil evaluasi model menunjukkan kinerja yang cukup baik. Algoritma random forest menghasilkan nilai akurasi sebesar 80,82%, yang berarti model mampu mengklasifikasikan sebagian besar data secara tepat. Nilai presisi dan recall masing-masing berada di angka 75%, yang mencerminkan keseimbangan antara kemampuan model dalam mendeteksi kasus positif secara benar serta meminimalkan prediksi yang keliru. F1-score yang diperoleh juga sebesar 75%, mengonfirmasi bahwa model memiliki keseimbangan yang baik antara presisi dan recall dalam kondisi data yang tidak sepenuhnya seimbang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan data rekam medis yang telah tersedia di fasilitas kesehatan daerah, jika diolah dengan pendekatan yang tepat, dapat menghasilkan alat bantu prediksi yang praktis dan bernilai klinis. Sistem yang dikembangkan diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan medis lebih awal serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat daerah
Downloads
References
[1] L. Kresnowati, S. Suhartono, Z. Shaluhiyah, and B. Widjanarko, “Drop-out to follow up screening of diabetes mellitus in Indonesia from national health insurance data 2022-2024,” E3S Web of Conferences, vol. 605, 2025, doi: 10.1051/e3sconf/202560502005.
[2] Y. P. Utami, A. Triayudi, and E. T. Esthi Handayani, “Sistem Pakar Deteksi Penyakit Diabetes Mellitus (DM) menggunakan Metode Forward chaining dan Certainty factor Berbasis Android,” Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), vol. 5, no. 1, pp. 49–55, 2021, doi: 10.35870/jtik.v5i1.200.
[3] A. Fauzi, “Aplikasi Sistem Pakar Dengan Metode Naive Bayes untuk Mendeteksi Penyakit Diabetes Expert System Application Using the Naive Bayes Method to Detect Diabetes,” Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), vol. 15, no. April, pp. 17–31, 2025.
[4] B. M. Shields et al., “Can clinical features be used to differentiate type 1 from type 2 diabetes? A systematic review of the literature,” BMJ Open, vol. 5, no. 11, 2015, doi: 10.1136/bmjopen-2015-009088.
[5] K. R. Widiasari, I. M. K. Wijaya, and P. A. Suputra, “Diabetes Melitus Tipe 2: Faktor Risiko, Diagnosis, Dan Tatalaksana,” Ganesha Medicine, vol. 1, no. 2, pp. 114–120, 2021.
[6] R. Riviani, E. Mutiara, H. Santoso, and A. Masyitah, “Analisis Spasial Kasus Diabetes Melitus dan Faktor Risiko di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023,” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, vol. 4, no. 1, pp. 972–979, 2025, doi: 10.31004/jerkin.v4i1.1683.
[7] Muhriati and L. Lazuardi, “Meningkatkan Mutu Informasi Kesehatan Melalui Evaluasi Kualitas Data Rekam Medis Elektronik,” Journal of Information Systems for Public Health, vol. 10, no. 02, pp. 51–63, 2025.
[8] Erlin, Y. Nora Marlim, Junadhi, L. Suryati, and N. Agustina, “Deteksi Dini Penyakit Diabetes Menggunakan Machine Learning dengan Algoritma Logistic Regression,” Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, vol. 11, no. 2, pp. 88–96, 2022, doi: 10.22146/jnteti.v11i2.3586.
[9] A. Afifuddin and L. Hakim, “Deteksi Penyakit Diabetes Mellitus Menggunakan Algoritma Decision Tree Model Arsitektur C4.5,” Jurnal Krisnadana, vol. 3, no. 1, pp. 25–33, 2023, doi: 10.58982/krisnadana.v3i1.470.
[10] B. F. Sitanggang and P. Sitompul, “Deteksi Awal Kelangsungan Hidup Pasien Gagal Jantung Menggunakan Machine Learning Metode Random Forest,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, vol. 4, no. 2, pp. 3347–3357, 2024.
[11] W. Apriliah, I. Kurniawan, M. Baydhowi, and T. Haryati, “Prediksi Kemungkinan Diabetes pada Tahap Awal Menggunakan Algoritma Klasifikasi Random Forest,” Jurnal Sistem Informasi, vol. 10, no. 1, p. 163, 2021, doi: 10.32520/stmsi.v10i1.1129.
[12] F. Anisha, D. Vionanda, N. Amalita, and Zilrahmi, “Application of Random Forest for The Classification Diabetes Mellitus Disease in RSUP Dr. M. Jamil Padang,” UNP Journal of Statistics and Data Science, vol. 1, no. 2, pp. 45–52, 2023, doi: 10.24036/ujsds/vol1-iss2/30.
[13] L. A. Celi, M. S. Majumder, P. Ordonez, J. S. Osorio, K. E. Paik, and M. Somai, Leveraging Data Science for Global Surgery, vol. Part F2696. 2020. doi: 10.1007/978-3-030-83864-5_5.
[14] D. C. P. Buani, “Deteksi Dini Penyakit Diabetes dengan Menggunakan Algoritma Random Forest,” EVOLUSI : Jurnal Sains dan Manajemen, vol. 12, no. 1, pp. 1–8, 2024, doi: 10.31294/evolusi.v12i1.21005.
[15] R. F. N. Iskandar, D. H. Gutama, D. P. Wijaya, and D. Danianti, “Klasifikasi Menggunakan Metode Random Forest untuk Awal Deteksi Diabetes Melitus Tipe 2,” Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, vol. 7, no. 3, pp. 1620–1626, 2024, doi: 10.31004/jutin.v7i3.26916.
[16] A. Purnomo, M. Mashuri, and Humiati, “Akibat Hukum Bagi Rumah Sakit Terhadap Penyebarluasan Data Rekam Medis Pasien,” Jurnal Ners, vol. 9, pp. 4865–4874, 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adzkia Nur Nasution, Zulfahmi Indra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














