Identifikasi Penyakit Tanaman Cabai Berdasarkan Ekstrasi Fitur Warna Tekstur Menggunakan SVM dan Random Forest
DOI:
https://doi.org/10.62712/juktisi.v5i2.1415Keywords:
Cabai, Klasifikasi Penyakit, Ekstraksi Fitur, Support Vector Machine, Random ForestAbstract
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun produktivitasnya kerap terganggu oleh penyakit daun yang selama ini masih diidentifikasi secara manual oleh petani, sehingga rentan terhadap keterlambatan dan kesalahan subjektif. Penelitian ini bertujuan membangun sistem identifikasi otomatis penyakit daun cabai menggunakan ekstraksi fitur warna dan tekstur yang dibandingkan performanya melalui algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest (RF). Dataset yang digunakan berjumlah 400 citra daun cabai dari Kaggle yang terbagi merata ke dalam lima kelas: healthy, leaf curl, leaf spot, whitefly, dan yellowish. Setiap citra melalui pra-pemrosesan resize 128×128 piksel, kemudian diekstraksi menjadi 236 dimensi fitur yang terdiri atas 205 dimensi fitur warna (Histogram RGB, HSV, dan color moments) dan 31 dimensi fitur tekstur (GLCM, statistik grayscale, dan gradien Sobel). Data dibagi dengan skema 80:20 dan dievaluasi menggunakan akurasi, presisi, recall, F1-Score, confusion matrix, 5-Fold Cross Validation, serta analisis feature importance. Hasil pengujian menunjukkan SVM kernel RBF unggul dengan akurasi 70,00% dibandingkan Random Forest 60,00%, serta waktu pelatihan jauh lebih cepat (0,02 detik berbanding 0,58 detik). Analisis feature importance mengungkap bahwa kelompok fitur warna berkontribusi dominan sebesar 71,00% dibandingkan fitur tekstur 29,00%, membuktikan bahwa perubahan warna daun menjadi indikator utama penyakit cabai. Hasil 5-Fold Cross Validation menunjukkan penurunan akurasi menjadi 32,50% (SVM) dan 37,50% (RF), mengindikasikan perlunya penambahan volume dataset pada penelitian berikutnya.
Downloads
References
[1] C. H. Fathan Fathurrohman, “165-185+Catur+Herison,” Prosiding Seminar Nasional Pertanian Pesisir (SENATASI), 2023.
[2] F. Wajidi and N. Arifin, “Leaf Disease Detection in Chili Plants Using GLCM and HSV Combination with SVM Classification,” Insect (Informatics and Security): Jurnal Teknik Informatika, vol. 11, no. 2, 2025, doi: 10.33506/insect.v11i2.4820.
[3] S. F. Nazila, Y. Arman, D. Wahyuni, N. Nurhasanah, and Y. S. Putra, “Deteksi Dini Serangan Hama Penyakit pada Cabai Rawit Menggunakan Metode Image Recognition,” Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 9, no. 2, 2023, doi: 10.28932/jutisi.v9i2.6342.
[4] R. Suhendra and I. Juliwardi, “Identifikasi dan Klasifikasi Penyakit Daun Jagung Menggunakan Support Vector Machine,” Jurnal Teknologi Informasi, vol. 1, no. 1, pp. 29–35, 2022.
[5] N. Apriani and Supatman, “Analisis Ekstraksi Citra GLCM dan Wavelet untuk Klasifikasi Penyakit Cabai dengan Metode SVM,” Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (JINTEKS), vol. 7, no. 2, pp. 895–903, 2025, doi: 10.51401/jinteks.v7i2.5860.
[6] M. Faqihuddin and R. A. Purnama, “Komparasi SVM dan Random Forest Berbasis Histogram Warna untuk Deteksi Penyakit Anggur,” Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis, vol. 8, no. 1, pp. 34–39, 2026, doi: 10.47233/jteksis.v8i1.2340.
[7] R. K. Dewi and R. V. H. Ginardi, “Identifikasi Penyakit pada Daun Tebu dengan Gray Level Co-Occurrence Matrix dan Color Moments,” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), vol. 11, no. 2, 2024.
[8] S. Agustiani, Y. Tajul Arifin, A. Junaidi, S. Khotimatul Wildah, and A. Mustopa, “Klasifikasi Penyakit Daun Padi menggunakan Random Forest dan Color Histogram,” Jurnal Komputasi, vol. 10, no. 1, pp. 65–74, 2022, doi: 10.23960/komputasi.v10i1.2961.
[9] S. Yuliany and A. Nur Rachman, “Implementasi Deep Learning pada Sistem Klasifikasi Hama Tanaman Padi Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN),” Jurnal Buana Informatika, vol. 13, no. 1, 2022.
[10] U. Khultsum and A. Subekti, “Penerapan Algoritma Random Forest dengan Kombinasi Ekstraksi Fitur Untuk Klasifikasi Penyakit Daun Tomat,” Jurnal Media Informatika Budidarma, vol. 5, no. 1, p. 186, 2021, doi: 10.30865/mib.v5i1.2624.
[11] J. Kusuma, “Lisensi Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0,” Journal of Applied Computer Science and Technology (JACOST), vol. 4, 2022, doi: 10.52158/jacost.484.
[12] H. P. Hadi and E. H. Rachmawanto, “Ekstraksi Fitur Warna dan GLCM pada Algoritma KNN untuk Klasifikasi Kematangan Rambutan,” Jurnal Informatika Polinema, vol. 8, no. 3, pp. 63–68, 2022, doi: 10.33795/jip.v8i3.949.
[13] A. Purnamawati, W. Nugroho, D. Putri, and W. F. Hidayat, “Deteksi Penyakit Daun pada Tanaman Padi Menggunakan Algoritma Decision Tree, Random Forest, Naïve Bayes, SVM dan KNN,” InfoTekJar: Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan, vol. 5, no. 1, 2020, doi: 10.30743/infotekjar.v5i1.2934.
[14] S. K. Wildah, A. Latif, A. Mustopa, Suharyanto, M. S. Maulana, and A. Sasongko, “Klasifikasi Penyakit Daun Kopi Menggunakan Kombinasi Haralick, Color Histogram dan Random Forest,” JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi), vol. 11, no. 1, pp. 35–39, 2023, doi: 10.26418/justin.v11i1.60985.
[15] L. X. Boa Sorte, C. T. Ferraz, F. Fambrini, R. D. R. Goulart, and J. H. Saito, “Coffee leaf disease recognition based on deep learning and texture attributes,” Procedia Computer Science, vol. 159, pp. 135–144, 2019, doi: 10.1016/j.procs.2019.09.168.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafael Agrerio Firera, Wahyu Nugraha, Rabiatus Sa'adah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














