Penerapan Forgiveness Therapy untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II-A Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.62712/juribmas.v5i1.1245Keywords:
Penerimaan Diri, Terapi Pemaafaan, Warga Binaan Perempuan, Kesejahteraan Psikologis, Lembaga PemsyarakatanAbstract
Penerimaan diri yang rendah sering menjadi tantangan utama bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakan Perempuan Kelas II-A Tangerang, yang dipengaruhi oleh rasa bersalah, penyesalan serta stigma sosial yang melekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas forgiveness therapy dalam meningkatkan penerimaan diri warga binaan di Lembaga Pemasyarakan Perempuan Kelas II-A Tangerang. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas sembilan warga binaan yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan one group pre-test dan double post-test. Pengukuran dilakukan pada tiga waktu yakni sebelum intervensi, setelah intervensi dan satu minggu pasca intervensi. Data dikumpulkan menggunakan dimensi penerimaan diri dari skala Ryff’s psychological well being serta skala forgiveness. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor penerimaan diri dari 7 pada pre-test menjadi 9,67 pada post-test dan meningkat menjadi 10 pada tahap follow-up. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0.53 menunjukkan tingkat peningkatkan pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa forgiveness therapy efektif dalam meningkatkan penerimaan diri warga binaan dan berpotensi menjadi salah satu intervensi psikologis untuk mendukung kesejahteraan psikologis mereka.
Downloads
References
Aristawati, A. R., Putri, A., & Pratikto, H. (2023). Forgiveness therapy untuk Meningkatkan Self Acceptancedan Happiness pada Korban Orangtua Bercerai. Philanthropy: Journal of Psychology, 7(1), 16-33. doi:10.26623/philanthropy.v7i1.5396
Conror, K. M., & Davidson, J. R. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76-82. doi:https://doi.org/10.1002/da.10113
Eva, N., Shanti, P., Hidayah, N., & Bisri, M. (2020). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa dengan Religiusitas sebagai Moderator. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 122-131.
Fava, G. A., & Tomba, E. (2009). Increasing psychological well-being and resilience by psychotherapeutic methods. Journal of Personality, 1904-1934.
Fazel , S., Hayes, A. J., Bartellas, K., Clerici, M., & Trestman, R. (2016). Mental health of prisoners: prevalence, adverse outcomes, and interventions. The Lancet Psychiatry, 871-881.
Feoh, F. T., Barimbing, M. A., & Lay, D. S. (2021). HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN RESILIENSI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KELAS IIB KUPANG. Jurnal Keperawatan Malang, 6(1), 1-13.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change gain scores. Department of Physics, Indiana University.
Handayani, N. D. (2021). Hubungan Antara Pengampunan Diri dengan Kesejahteraan Psikologis pada Narapidana Perempuan di Lapas Kelas IIA Kota Semarang. Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unis-sula (KIMU) Klaster Humainora 1.
Hayes, S. C., Strosahl, K. D., & Wilson, K. G. (1999). Acceptance and commitment therapy. Guilford Press.
Huang, Y., Wu, R., Wu, J., Yang , Q., Zheng, S., & Wu, K. (2022). Psychological resilience, self-acceptance and mental health of incarcerated offenders. Asian Journal of Psychiatry,. doi:https://doi.org/10.1016/j.ajp.2020.102166
Humaidah, A., & Mulyono, R. (2025). Adaptasi Psychological Well-Being Short Scale pada Mahasiswa. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 141-149. doi:https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i1.7990
Karima, D., Siswadi, A. G., & Abidin, Z. (2019). Psychological Well-Being Warga Binaan Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin Bandung Menjelang Pembebasan. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 113-127.
Nabilla, J. N., & Ardelia, V. (2025). Hubungan antara Self-Acceptance dengan Resiliensi pada Narapidana. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 1170-1180. doi:https://doi.org/10.26740.cjpp.1170-1180
Nashori, F. (2011). Meningkatkan Kuaitas Hidup dengan Pemaafan. UNISIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial.
Neonufa, A., & Shanti, P. (2023). Psychological Well-Being Among Correctional Inmates in Kupang Class IIB Women’s Prison Seen From Forgiveness and Spirituality. Jurnal Sains Psikologi, 224-239.
Nugroho, R. S. (2022). PENGARUH SELF CONTROL DAN SELF-ESTEEM DALAM PENCEGAHAN RESIDIVIS NARAPIDANA. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(1).
Nurgumilar, T., Suprijatna, D., & Aminuloh, M. (2025). Tugas Dan Fungsi Lembaga Pemasyarakatan Dalam Upaya Pemenuhan Hak-Hak Narapidana (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor. Karimah Tauhid, 4(2), 1176–1191. doi:https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i2.15266
Pariartha, N. K., Zahra, A. C., Anggini, C. T., & Eva, N. (2022). Peran Forgiveness dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 130-143.
Permana, R., & Iswinarti, I. (2025). Analysis of factors influencing the psychological well-being of inmates. International Journal of Research Publication and Reviews. doi:https://doi.org/10.55248/gengpi.6.0125.0601
Putri, P. M., & Nurani, G. A. (2022). Psychological Well-Being in Prison. Proceeding ISETH, 273-281.
Putri, P. M., & Nurani, G. A. (2022). Psychological Well-Being in Prison: An Early Adult Perspective. Proceeding ISETH, 273–281. doi:https://doi.org/10.23917/iseth.2668
Rahmandani, A. (2011). Pengaruh terapi pemaafan untuk meningkatkan penerimaan diri pada penderita kanker payudara. Universitas Gajah Mada.
Rahmandani, A., & Subandi, M. A. (2017). PENGARUH TERAPI PEMAAFAN DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PENDERITA KANKER PAYUDARA. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 141-172.
Ryff, C. D. (1989). Happiness Is Everything, or Is It? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being. Journal of Personality and Social Psychology, 1069-1081.
Ryff, C. D. (2014). Psychological Well-Being Revisited: Advances in the Science and Practice of Eudaimonia. Psychother Psychosom, 10-28.
Sinaga, M. R., Andriany, M., & Nurrahima, A. (2020). GAMBARAN DEPRESI PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATANPEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN MALANG. Jurnal Kesehatan, 91-101.
Sindu, I. G., Santyadiputra, G. S., & Permana, A. A. (2020). THE EFFECTIVENESS OF THE APPLICATION OF ARTICULATE STORYLINE 3 LEARNING OBJECT ON STUDENT COGNITIVE ON BASIC COMPUTER SYSTEM COURSES. Jurnal Pendidikan Vokasi, 290-299.
Subandi, Praptomojati, A., Zuanny, I. P., & Daningratri, D. (2022). Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Narapidana Wanita melalui Terapi Pemaafan. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology,, 46-65. doi:10.22146/gamajpp.74069
Thompson, L. Y., Snyder, C. R., Hoffman, L., Michael , S. T., Rasmussen, H. N., Billings, L. S., . . . Roberts, D. E. (2005). Dispositional Forgiveness of Self, Others and Situations. Journal of Personality, 313-360.
Wati, I. S., Mariyati, & Aini, K. (2019). PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA NARAPIDANA WANITA SETELAH PEMBERIAN HIPNOTIS LIMA JARI. PROCEEDING BOOK Widya Husada Nursing Conference, 8-14.
Worthington, E. L., & Scherer, M. (2004). Forgiveness is an emotion-focused coping strategy that can reduce health risks and promote health resilience: theory, review,and hypotheses. Psychology and Health,, 385-405.
Wulandari, I., & Megawati, F. E. (2020). The Role of Forgiveness on Psychological Well-Being in Adolescents: A Review. Conference: Proceedings of the 5th ASEAN Conference on Psychology, Counselling, and Humanities (ACPCH 2019), 99-103.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maliya Tu'Zahro, Putri Dian Dia Conia, Puspa Pertiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





