SMART-HEAT: Peningkatan Awareness Heat Stress melalui Edukasi Pekerja Penambang Batu Kapur
DOI:
https://doi.org/10.62712/juribmas.v5i2.1460Keywords:
Bahaya Panas, Penambang Batu Kapur, Edukasi Kesehatan Kerja, Pencegahan Panas.Abstract
Pekerja di tambang batu kapur berisiko mengalami masalah kesehatan akibat cuaca panas, seperti kram, kelelahan, dan serangan panas, disebabkan oleh bekerja di luar ruangan tanpa perlindungan dari sinar matahari, beban fisik yang berat serta kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ). Program pengabdian SMART-HEAT bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah stres akibat panas pada pekerja tambang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk 45 pekerja di Desa Banyuurip, Gresik, melalui edukasi yang menggunakan poster dan metode sosialisasi interaktif serta komunikasi dua arah, mencakup pengertian, faktor risiko, gejala, dampak, dan langkah-langkah pencegahan terhadap stres panas. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nyata kategori kurang menurun dari 84,4% menjadi 6,7% (pemahaman) dan 71,1% menjadi 11,1% (pencegahan), sedangkan kategori baik meningkat menjadi 62,2% dan 53,3%.
Downloads
References
Putri YN, Setiawan MR, Anggraini MT. Hubungan beban kerja fisik dan durasi kerja dengan kejadian heat strain pada pekerja industri kerupuk. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2022;21(2):65-71
Edward AM. Impairments to thermoregulation in the elderly during heat exposure events. Gerontology and Geriatric Medicine. 2022;6:1-9.
Aulia R, Mayasari D, Saftarina F. Dampak paparan panas di lingkungan kerja terhadap kesehatan pekerja. Medical Profession Journal of Lampung (Medula). 2023;13(3):239-246.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jakarta: Kemnaker RI; 2018.
Maharani AI, Raihanah YJ, Mubien MF. Efek kesehatan dampak suhu ekstrem panas di tempat kerja: heat stroke. Public Health Risk Assessment Journal. 2024;1(2):115-120.
Rakasiwi B, Wiediartini, Disrinama AM. Analisis pengaruh iklim kerja panas, beban kerja fisik, dan faktor individu terhadap keluhan heat strain pada pekerja di pabrik olahan pangan. Prosiding Seminar Nasional K3, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. 2024.
Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
Lubis AS, Rahman MAS, Puspita SA, Pulungan S, Hedaria MYP, Marshanda RJ. Efektivitas penyuluhan media poster terhadap pengetahuan penerapan K3 pada pekerja pabrik tempe. Jurnal Pengabdian Sosial. 2025;2(7):3825-3830.
Sunaryo, M., & Rhomadhoni, MN (2020). Gambaran Dan Pengendalian Iklim Kerja Dan Keluhan Kesehatan Pada Pekerja. Jurnal Teknologi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat , 4 (2), 171-180.
Melinda A, Adha MZ, Qomariyah L. Hubungan tekanan panas, faktor pekerja dan beban kerja dengan kejadian heat strain pada pekerja bidang produksi di CV. Fatra Karya Logam, Kab. Tangerang. Frame of Health Journal. 2022;1(1):116-130.
Rachim HK. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian heat strain pada pekerja pabrik tahu di Kecamatan Pasar Minggu. Jurnal Pustaka Medika. 2023;2(1):1-6.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Klasifikasi Kategori Umur Menurut Depkes RI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.
Tarwaka. Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Edisi II. Surakarta: Harapan Press; 2015.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Muhammad Zidan Haq, Merry Sunaryo, Muslikha Nourma Rhomadhoni, Ratna Ayu Ratriwardhani, Rizqullah Gempar Dirgantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




