Perencanaan Event Pelatihan Media Sosial Instagram di Lima Desa Wisata Kawasan Geopark Bogor Halimun Salak
DOI:
https://doi.org/10.62712/juribmas.v5i1.1078Keywords:
Desa Wisata, Instagram, Pelatihan, Promosi DigitalAbstract
Perkembangan desa wisata di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dan menjadi salah satu strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Kawasan Geopark Bogor Halimun Salak memiliki potensi wisata yang besar melalui kekayaan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati. Namun, pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi digital pada desa wisata di kawasan tersebut masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan merancang Event Pelatihan Media Sosial Instagram bagi pengelola desa wisata sebagai upaya meningkatkan kapasitas branding dan promosi digital destinasi wisata. Kegiatan difokuskan pada tahap perencanaan (pre-event) dengan menggunakan Six P’s Workshop Planning Framework dari Alexander dan Maiden (2004) yang mencakup purpose, participants, principles, products, place, dan process. Perencanaan dilakukan melalui empat tahap, yaitu pengumpulan informasi awal dan penetapan sasaran, identifikasi kebutuhan pelatihan, perancangan event pelatihan, serta finalisasi rancangan pelatihan. Sasaran kegiatan meliputi lima desa wisata di Kawasan Geopark Bogor Halimun Salak, yaitu Desa Wisata Benteng, Desa Wisata Bojong Rangkas, Desa Wisata Gunung Malang, Desa Wisata Gunung Sari, dan Desa Wisata Tamansari. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pengelolaan Instagram desa wisata masih menghadapi kendala berupa rendahnya konsistensi unggahan, belum terbentuknya identitas visual yang terarah, serta minimnya strategi branding destinasi. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang pelatihan yang mengombinasikan penyuluhan dan praktik langsung mengenai pengelolaan Instagram, branding, identitas visual, digital marketing, serta produksi konten menggunakan Canva dan CapCut. Tahap finalisasi menghasilkan dokumen pelaksanaan, materi pelatihan, mekanisme pendampingan, serta target luaran berupa konten feed dan reels Instagram. Secara keseluruhan, perencanaan kegiatan menghasilkan rancangan pelatihan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengelola desa wisata sehingga siap diimplementasikan untuk mendukung penguatan promosi digital dan pengembangan desa wisata berkelanjutan di Kawasan Geopark Bogor Halimun Salak
Downloads
References
Anggoro, A. D., Susanto, H., Arifin, R., Nugroho, O. C., Purwati, E., & Ridho, I. N. (2023). Manajemen Event Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Ponorogo. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 7(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4434
Alexander, I. F., & Maiden, N. (2004). Scenarios, stories, use cases: Through the systems development life-cycle. Chichester: John Wiley & Sons.
Ihsan, R. M., Prastyanti, S., & Sulaiman, A. I. (2024). Instagram Sebagai Media Promosi Desa Wisata: Studi Desa Wisata Sumber Urip Instagram As A Tourism Village Promotion Media: A Study Of Sumber Urip Tourism Village. JASIMA : JURNAL KOMUNIKASI KORPORASI DAN MEDIA, 5(2).
Ketut Gunarsa, I., & Budiman, D. (2024). Efektivitas Media Sosial Dalam Pengembangan Desa Wisata: Sebuah Kajian Literatur. 2(2), 89–97.
Kemenpar. 2026. Satu Data Pariwisata. https://satudata.kemenpar.go.id/
Mawardi, S., Sugiarti, E., & Anwar, S. (2021). Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Dan Manajemen Organisasi Bina Remaja. 1(2). https://doi.org/10.37481
Meier, J. (2019). The Six P’s Workshop Planning Framework. Retrieved from https://jdmeier.com/workshop-planning-framework-the-six-ps/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Rafqi Syafrial Fazri, David Rizar Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





